Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Peran Bunda PAUD dalam Pengembangan PAUD Holistik Integratif dan Sosialisasi Kebijakan Pendidikan 1 Tahun Pra SD Raker TP PKK Gandeng DLH Pemalang: Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk dan Maggot Bernilai Ekonomis Sidak Ketua TP PKK ke RSUD M Ashari, Dengarkan Langsung Suara Pasien dan Tinjau Perubahan Layanan BRI Beri Apresiasi Agen BRILink Terbaik di Pemalang, Aldila Savarela Nor Turun Langsung BRI Peduli Perkuat Sarana Pendidikan Keagamaan melalui Pavingisasi MDT Riyadlatul Uqul Pakembaran BRI Peduli Hadir untuk Pendidikan, MDT Walisongo Kebongede Terima Bantuan Pembangunan Sarana

Politik

PSI Pemalang Rungkad, Pengurus Sebut Tidak Ada Keterbukaan

badge-check


					PSI Pemalang Rungkad, Pengurus Sebut Tidak Ada Keterbukaan Perbesar

SuaraPemalang.com – Kekecewaan mendalam disampaikan jajaran pengurus DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pemalang terkait keputusan pergantian ketua secara sepihak yang dinilai tidak transparan dan jauh dari prinsip solidaritas.

Leni, selaku Badan Pemenangan Pemilu DPD PSI Pemalang, mengungkapkan rasa kecewanya setelah menerima surat dari DPW PSI Jawa Tengah Nomor 209/B/DPW-XIV/2025 bertanggal 25 Agustus 2025. Surat itu berisi undangan rapat koordinasi calon Ketua DPD PSI Pemalang, padahal struktur kepengurusan yang ada masih sah dan berjalan aktif.

“Surat itu hanya ditujukan kepada Ketua kami, Mukhsinin, dan yang lebih mengejutkan sudah ada nama calon ketua yang disiapkan untuk menggantikan. Ini jelas tidak sejalan dengan semangat solidaritas yang selalu digaungkan,” tegas Leni, Jumat (29/8/2025).

Agung, Sekretaris DPD PSI Pemalang, menambahkan bahwa situasi ini semakin janggal karena sebelumnya sudah beredar pesan WhatsApp dari Sudarsono, eks kader PDI-P, pada 19 Agustus 2025 yang menyebut dirinya akan menggantikan posisi Mukhsinin. Padahal, surat resmi dari DPW PSI Jateng baru keluar enam hari kemudian.

“Ketua kami sudah mencoba mengkonfirmasi ke Ketua DPW PSI Jateng, Antonius Yogo Prabowo, tapi jawabannya hanya, ‘Tidak ada masalah Mas, kami menjalankan instruksi’. Jadi jelas, keputusan ini sepihak dan tidak terbuka,” ujarnya.

Lebih jauh, eks Caleg DPR RI PSI dari Dapil Jateng X menilai bahwa keputusan tersebut sangat bertolak belakang dengan semangat yang selalu didengungkan PSI.

“Baru bulan Juli lalu, saat Munas di Solo, Mas Kaesang terpilih lagi sebagai Ketum dan membawa yel-yel ‘Gajah, Kuat, Bijak, Setia’. Tapi apa yang kami alami di Pemalang ini justru kebalikan: tidak kuat, tidak bijak, tidak setia pada kader yang berjuang dari nol,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, sejak dipercaya menjadi pengurus DPD PSI Pemalang pada April 2024, mereka telah bekerja keras menyusun struktur hingga tingkat ranting, bahkan ikut memenangkan Pilkada Pemalang bersama lima partai lainnya. Namun, semua itu dianggap seolah tidak berarti.

***

“Yang membesarkan PSI di Pemalang adalah kami, dari nol. Tapi sekarang, tiba-tiba ada orang luar, eks PDI-P, yang datang begitu saja untuk menggantikan Ketua kami. Di mana letak keadilannya?” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Politik