Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Zaskia dan Arzela Jadi Pembawa Baki, 75 Paskibraka Pemalang Siap Tuntaskan Tugas Kenegaraan Ganissa Gandeng UPGRIS, Bekali Siswa SMA Negeri 1 Pemalang dengan Literasi AI BRI Cabang Pemalang Bangun Kekompakan Lewat Sepak Bola Bersama di Sragi Karyawan BRI Pemalang Kompak Berolahraga, Perkuat Kebersamaan dan Teamwork Begini Alasan dr. Noor Faizah Maenofie Soal Pengunduran Diri sebagai Dewas RSUD Dr. M. Ashari Teka-Teki Pengunduran Diri Istri Bupati Pemalang dari Dewan Pengawas RSUD Dr. M Ashari

Pendidikan

Siswa Meninggal Dunia Diduga Usai Dikeroyok Lima Teman, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

badge-check


					Siswa Meninggal Dunia Diduga Usai Dikeroyok Lima Teman, Polisi Tunggu Hasil Otopsi Perbesar

SuaraPemalang.com – Seorang siswa berinisial AAF, pelajar SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia dan diduga menjadi korban pengeroyokan oleh lima teman sekolahnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Informasi dugaan pengeroyokan tersebut viral usai diunggah oleh akun Instagram @harianpemalang, sehingga memicu beragam reaksi dari masyarakat yang meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas.

Pada Senin, 3 Agustus 2026, jenazah korban telah menjalani proses otopsi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban sekaligus melengkapi proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, hasil otopsi belum diumumkan secara resmi. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.

Sementara itu, pihak SMP Negeri 4 Randudongkal maupun Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Pemakang belum memberikan keterangan resmi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media SuaraPemalang.com kepada kepala sekolah dan instansi terkait juga belum memperoleh tanggapan.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Masyarakat diimbau menunggu hasil penyelidikan dan hasil otopsi sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab meninggalnya AAF.

Apabila terbukti terdapat unsur tindak pidana, proses hukum diharapkan berjalan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Abimanyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Headline