Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Ratusan Jemaah Haji Pemalang Tiba di Tanah Air, Bupati Anom: Semoga Menjadi Haji Mabrur Bupati Anom Pimpin Penanaman 3.000 Mangrove di Pemalang, Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Biaya Kelulusan TK Nyaris Rp. 1 Juta per Anak, Kadisdik Pemalang Soroti Anggaran Ijazah. Patungan Kurban Warga LDII Pemalang Tembus Rp 3,34 Miliar, 127 Sapi dan 84 Kambing Haru dan Bangga! SMK YPIB Brebes Lepas Angkatan ke-15, Siap Cetak Lulusan Profesional Beradab. Pemalang Wedding Festival 2026 Resmi Dibuka, 105 Vendor Serbu Pasar—Target Transaksi Tembus Rp20 Miliar!

Pendidikan

PPKBD Pemalang Diminta Ikut Edukasi Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Penyuluhan

badge-check


					PPKBD Pemalang Diminta Ikut Edukasi Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Penyuluhan Perbesar

SuaraPemalang.com – Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di Kabupaten Pemalang diminta tidak hanya fokus pada penyuluhan seputar program Keluarga Berencana (KB), tetapi juga menyampaikan materi mengenai Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Hal tersebut disampaikan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam kegiatan Jambore Bangga Kencana. Menurutnya, kasus-kasus PPA di Pemalang cukup banyak dan memerlukan perhatian khusus, baik dari sisi penanganan maupun pencegahannya.

“Tak hanya tentang KB, PPA juga dijadikan materi dalam penyampaian bapak/ibu semua melakukan kegiatan penyuluhan. Intinya ada treatment terhadap kasus PPA ini terutama anak. Kalau ribut sedikit dalam keluarga itu wajar, tapi jangan berkelanjutan, karena yang jadi korban biasanya anak,” tegas Anom.

Kepala Dinsos KBPP Pemalang, Mu’minun, menambahkan bahwa Jambore Bangga Kencana digelar sebagai wadah silaturahmi, bertukar pengalaman, serta meningkatkan wawasan tenaga lini lapangan.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian penghargaan untuk memotivasi kinerja PPKBD agar semakin optimal.

Sementara itu, perwakilan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Abdul Hafiz, menyatakan dukungan penuh terhadap program pengendalian penduduk dan KB.

Harun menilai isu global seperti depopulasi di beberapa negara harus menjadi perhatian, sehingga Indonesia tetap konsisten menjalankan program dua anak cukup.

“Kita tidak ingin Pemalang nantinya justru berkurang penduduknya, tapi jumlahnya harus terkendali. Maka program dua anak itu baik,” ujar Harun.

Acara Jambore Bangga Kencana semakin meriah dengan penampilan yel-yel dari 15 kontingen peserta, terdiri atas 14 kecamatan dan perwakilan Dinsos KBPP.

Pada kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati Pemalang bersama DPRD Jawa Tengah juga menyerahkan secara simbolis honor PPKBD yang bersumber dari APBD Kabupaten Pemalang tahun 2025.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Biaya Kelulusan TK Nyaris Rp. 1 Juta per Anak, Kadisdik Pemalang Soroti Anggaran Ijazah.

3 Juni 2026 - 12:07 WIB

Haru dan Bangga! SMK YPIB Brebes Lepas Angkatan ke-15, Siap Cetak Lulusan Profesional Beradab.

6 Mei 2026 - 12:58 WIB

Kadis Pendidikan Sentil Outing Class Mahal, Halal Bihalal Yayasan Dian Dharma Tegaskan: Pendidikan Tak Harus Glamour!

15 April 2026 - 16:30 WIB

Zulkifli Hasan Ajak Siswa Pemalang Melek Pangan, Sosialisasikan MBG dan Tantang Pelajar Berpikir Kritis

2 Maret 2026 - 13:10 WIB

TP PKK dan PWI Pemalang Kolaborasi Jaga Bumi Lewat Gerakan ‘RABU PON’ di Bukit Tangkeban

16 November 2025 - 13:05 WIB

Trending di Berita