Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Zaskia dan Arzela Jadi Pembawa Baki, 75 Paskibraka Pemalang Siap Tuntaskan Tugas Kenegaraan Ganissa Gandeng UPGRIS, Bekali Siswa SMA Negeri 1 Pemalang dengan Literasi AI BRI Cabang Pemalang Bangun Kekompakan Lewat Sepak Bola Bersama di Sragi Karyawan BRI Pemalang Kompak Berolahraga, Perkuat Kebersamaan dan Teamwork Begini Alasan dr. Noor Faizah Maenofie Soal Pengunduran Diri sebagai Dewas RSUD Dr. M. Ashari Teka-Teki Pengunduran Diri Istri Bupati Pemalang dari Dewan Pengawas RSUD Dr. M Ashari

Hiburan

Nurkholes: Wayang Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pendidikan dan Pelestarian Budaya

badge-check


					Nurkholes: Wayang Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pendidikan dan Pelestarian Budaya Perbesar

SuaraPemalang.com – Pagelaran wayang golek dalam rangka Sedekah Bumi di Halaman Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, menjadi momentum penting dalam upaya menjaga kelestarian budaya lokal. Sabtu 6 September 2025.

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa wayang bukan hanya tontonan semata, melainkan juga sarana pendidikan yang sarat dengan pesan moral, nilai kehidupan, serta filosofi yang relevan.

“Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan moral, pendidikan, dan filosofi kehidupan dengan cara yang menarik serta mudah dipahami,” ungkap Nurkholes.

Menurutnya, pementasan wayang yang menjadi puncak kegiatan Sedekah Bumi ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tradisional yang adiluhung.

Dirinya menambahkan, tradisi Sedekah Bumi memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi, karena merekatkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, serta antar sesama.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang di peroleh masarakat warga Desa Jatirejo hususnya sepanjang tahun.

Nurkholes mendorong agar para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat terus mengenalkan seni budaya tradisional kepada anak-anak sejak dini.

Dengan begitu, anak-anak dan kaum remaja diharapkan tumbuh rasa bangga dan rasa memiliki terhadap budaya lokal serta

“Semoga acara ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda budaya tahunan yang ditunggu masyarakat,” pungkasnya.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita