Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Peran Bunda PAUD dalam Pengembangan PAUD Holistik Integratif dan Sosialisasi Kebijakan Pendidikan 1 Tahun Pra SD Raker TP PKK Gandeng DLH Pemalang: Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk dan Maggot Bernilai Ekonomis Sidak Ketua TP PKK ke RSUD M Ashari, Dengarkan Langsung Suara Pasien dan Tinjau Perubahan Layanan BRI Beri Apresiasi Agen BRILink Terbaik di Pemalang, Aldila Savarela Nor Turun Langsung BRI Peduli Perkuat Sarana Pendidikan Keagamaan melalui Pavingisasi MDT Riyadlatul Uqul Pakembaran BRI Peduli Hadir untuk Pendidikan, MDT Walisongo Kebongede Terima Bantuan Pembangunan Sarana

Hiburan

Nurkholes: Wayang Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pendidikan dan Pelestarian Budaya

badge-check


					Nurkholes: Wayang Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pendidikan dan Pelestarian Budaya Perbesar

SuaraPemalang.com – Pagelaran wayang golek dalam rangka Sedekah Bumi di Halaman Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, menjadi momentum penting dalam upaya menjaga kelestarian budaya lokal. Sabtu 6 September 2025.

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa wayang bukan hanya tontonan semata, melainkan juga sarana pendidikan yang sarat dengan pesan moral, nilai kehidupan, serta filosofi yang relevan.

“Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan moral, pendidikan, dan filosofi kehidupan dengan cara yang menarik serta mudah dipahami,” ungkap Nurkholes.

Menurutnya, pementasan wayang yang menjadi puncak kegiatan Sedekah Bumi ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tradisional yang adiluhung.

Dirinya menambahkan, tradisi Sedekah Bumi memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi, karena merekatkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, serta antar sesama.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang di peroleh masarakat warga Desa Jatirejo hususnya sepanjang tahun.

Nurkholes mendorong agar para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat terus mengenalkan seni budaya tradisional kepada anak-anak sejak dini.

Dengan begitu, anak-anak dan kaum remaja diharapkan tumbuh rasa bangga dan rasa memiliki terhadap budaya lokal serta

“Semoga acara ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda budaya tahunan yang ditunggu masyarakat,” pungkasnya.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita