Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Peran Bunda PAUD dalam Pengembangan PAUD Holistik Integratif dan Sosialisasi Kebijakan Pendidikan 1 Tahun Pra SD Raker TP PKK Gandeng DLH Pemalang: Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk dan Maggot Bernilai Ekonomis Sidak Ketua TP PKK ke RSUD M Ashari, Dengarkan Langsung Suara Pasien dan Tinjau Perubahan Layanan BRI Beri Apresiasi Agen BRILink Terbaik di Pemalang, Aldila Savarela Nor Turun Langsung BRI Peduli Perkuat Sarana Pendidikan Keagamaan melalui Pavingisasi MDT Riyadlatul Uqul Pakembaran BRI Peduli Hadir untuk Pendidikan, MDT Walisongo Kebongede Terima Bantuan Pembangunan Sarana

Pendidikan

Luka Batin Tak Terhapus: Korban Kekerasan Seksual di Sekolah Dasar Bodeh Masih Trauma

badge-check


					Luka Batin Tak Terhapus: Korban Kekerasan Seksual di Sekolah Dasar Bodeh Masih Trauma Perbesar

Suarapemalang.com|Pemalang – Seorang wali murid di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengungkapkan kronologi dugaan tindak kekerasan seksual yang menimpa putrinya yang masih bersekolah di sekolah dasar. Dugaan kekerasan seksual tersebut diduga dilakukan oleh oknum guru berinisial RHS di salah satu ruangan sekolah dasar di Kecamatan Bodeh.

Menurut keterangan wali murid tersebut, pelecehan seksual terjadi pada tahun 2024. Putrinya diduga menjadi sasaran kekerasan seksual dan mengalami trauma mendalam setelah kejadian tersebut. Korban mengaku bahwa oknum guru tersebut memegang bagian paha dan kemaluannya setelah matanya ditutup kain dan disuruh membuka celana panjang.

Wali murid tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama tiga orang tua korban lainnya telah mengadukan kasus ini ke Polres Pemalang pada Rabu, 11 Juni 2025. Mereka membawa anak-anak yang menjadi korban dan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan wali murid tersebut diminta menunggu perkembangan lebih lanjut. Sebagai orang tua, dia berharap proses hukum berjalan cepat dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. “Ini sangat berdampak pada psikis anak. Mereka bisa merasa tertekan dan malu,” tegasnya.

Wali murid tersebut juga mengungkapkan kepedihan sebagai orang tua. “Anak yang kami besarkan dengan kasih sayang diperlakukan seperti ini oleh seorang pendidik. Luka batinnya mungkin tak akan hilang,” tambahnya dengan nada sedih.

Sementara itu, Bambang Sugiarto selaku Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Bodeh membenarkan adanya oknum guru SD yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Ia juga mengatakan bahwa yang bersangkutan masih berstatus Guru Wiyata Bakti. “Iya benar. Kasusnya saat ini sudah ditangani pihak kepolisian,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum guru RHS saat ini diamankan di Polsek Bodeh. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resminya atau faktanya sesuai yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita