Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Sidak Ketua TP PKK ke RSUD M Ashari, Dengarkan Langsung Suara Pasien dan Tinjau Perubahan Layanan BRI Beri Apresiasi Agen BRILink Terbaik di Pemalang, Aldila Savarela Nor Turun Langsung BRI Peduli Perkuat Sarana Pendidikan Keagamaan melalui Pavingisasi MDT Riyadlatul Uqul Pakembaran BRI Peduli Hadir untuk Pendidikan, MDT Walisongo Kebongede Terima Bantuan Pembangunan Sarana Dari Solo hingga Salatiga, DPC PDIP Kabupaten Pemalang, All Out Semarakkan Bulan Bung Karno Ratusan Jemaah Haji Pemalang Tiba di Tanah Air, Bupati Anom: Semoga Menjadi Haji Mabrur

Berita

Krisis Sayuran di Pemalang, Harga Naik Dua Kali Lipat

badge-check


					Krisis Sayuran di Pemalang, Harga Naik Dua Kali Lipat Perbesar

Suarapemalang.com|Pemalang, Jawa Tengah — Harga sayuran di Kabupaten Pemalang melonjak drastis akibat terhambatnya pasokan. Hal ini terjadi setelah para sopir truk melakukan aksi protes terhadap larangan operasional truk Over Dimension-Overload (ODOL), yang mengakibatkan pengiriman komoditas dari petani terhenti.

Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang terlihat sepi pagi tadi, Jumat (20/6/2025). Berbeda dari hari biasanya, tidak terlihat aktivitas bongkar muat sayuran di pasar tersebut. Kios-kios pedagang pun kosong dari tumpukan karung sayur.

Menurut sejumlah sumber, situasi ini dipicu oleh aksi unjuk rasa sopir truk ODOL yang menolak kebijakan pelarangan operasional kendaraan mereka. Truk pengangkut sayur dihadang dan diperiksa oleh para sopir yang berdemo di sejumlah titik, seperti di Rest Area Belik. Mereka meminta truk-truk tersebut memutar balik atau membongkar muatannya sebagai bentuk dukungan terhadap aksi protes.

Bagus Hudi Laksono, salah seorang pedagang, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan sejak Kamis (19/6/2025) akibat pengiriman yang terhambat. “Enggak ada barang yang masuk dari kemarin. Dampaknya ya kaya gini, sayuran jadi mahal,” ujarnya.

Kelangkaan stok sayur mendorong kenaikan harga hingga dua kali lipat. Para pedagang terpaksa menaikkan harga jual karena persediaan semakin menipis. “Misalnya ini wortel biasanya Rp 5.000 sekarang Rp 12.000, yang lain juga naik. Kalau nanti enggak ada stok ya tutup,” tambah Bagus.

Firman, pedagang lainnya, juga mengungkapkan dampak serupa. Menurutnya, terhentinya pasokan sayur sangat merugikan para pedagang di pasar. “Pengirim-pengirim enggak ada yang mau ngirim barang, katanya malu sama teman-teman sesama sopir, mau ikut demo. Ini semua harga sayur dari wilayah selatan naik, yang tadinya Rp 4.000 jadi Rp 8.000,” jelasnya.

Ia berharap ada solusi dari polemik larangan truk ODOL agar distribusi sayur ke pasar dapat kembali normal. Dengan demikian, harga sayuran dapat kembali stabil dan para pedagang dapat berjualan dengan normal. Solusi ini sangat diharapkan oleh para pedagang untuk mengembalikan kegiatan ekonomi di pasar sayur dan buah Kabupaten Pemalang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita