Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Ratusan Jemaah Haji Pemalang Tiba di Tanah Air, Bupati Anom: Semoga Menjadi Haji Mabrur Bupati Anom Pimpin Penanaman 3.000 Mangrove di Pemalang, Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Biaya Kelulusan TK Nyaris Rp. 1 Juta per Anak, Kadisdik Pemalang Soroti Anggaran Ijazah. Patungan Kurban Warga LDII Pemalang Tembus Rp 3,34 Miliar, 127 Sapi dan 84 Kambing Haru dan Bangga! SMK YPIB Brebes Lepas Angkatan ke-15, Siap Cetak Lulusan Profesional Beradab. Pemalang Wedding Festival 2026 Resmi Dibuka, 105 Vendor Serbu Pasar—Target Transaksi Tembus Rp20 Miliar!

Hiburan

Skandal BUMD Pemalang: Kejari Bekuk Eks Dirut PT Aneka Usaha Diduga Tilep Dana Penyertaan Modal Rp 3,2 Miliar

badge-check


					Skandal BUMD Pemalang: Kejari Bekuk Eks Dirut PT Aneka Usaha Diduga Tilep Dana Penyertaan Modal Rp 3,2 Miliar Perbesar

SuaraPemalang.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang resmi menetapkan Eko Hari Karyanto, mantan Direktur Utama PT Aneka Usaha Kabupaten Pemalang, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyertaan modal.

Tidak main-main mantan akibat ulah Dirut PT Aneka Usaha Eko Hari Karyanto dengan kerugian negara akibat ulahnya ditaksir mencapai Rp 3,2 miliar.

Penetapan tersangka diumumkan pada Jumat (19 September 2025), usai tim penyidik Kejari Pemalang melakukan pemeriksaan intensif. Eko terlihat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.46 WIB dengan wajah tegang.

Kajari Pemalang, Muib, mengungkapkan bahwa dana penyertaan modal sebesar Rp 6 miliar yang seharusnya digunakan untuk kepentingan perusahaan, justru diselewengkan.

“Penyertaan modal sebesar Rp 6 miliar diduga digunakan untuk kepentingan pribadi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,2 miliar,” tegas Kajari Muib kepada awak media.

Atas perbuatannya, Eko dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Ia terancam hukuman berat, dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda mulai Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.

Kasus ini menambah catatan hitam praktik korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Padahal, BUMD sejatinya dibentuk untuk memperkuat perekonomian daerah, bukan untuk memperkaya segelintir pejabatnya.

Kejari Pemalang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini hingga ke meja hijau, tanpa pandang bulu.

Penindakan tegas ini diharapkan dapat menjadi efek jera bagi pelaku dan sekaligus peringatan keras bagi pejabat lain agar tidak bermain-main dengan uang rakyat.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Jemaah Haji Pemalang Tiba di Tanah Air, Bupati Anom: Semoga Menjadi Haji Mabrur

7 Juni 2026 - 23:51 WIB

Ratusan Jemaah Haji Pemalang Tiba di Tanah Air, Bupati Anom: Semoga Menjadi Haji Mabrur

Bupati Anom Pimpin Penanaman 3.000 Mangrove di Pemalang, Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

7 Juni 2026 - 10:42 WIB

Bupati Anom Pimpin Penanaman 3.000 Mangrove di Pemalang, Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Biaya Kelulusan TK Nyaris Rp. 1 Juta per Anak, Kadisdik Pemalang Soroti Anggaran Ijazah.

3 Juni 2026 - 12:07 WIB

Patungan Kurban Warga LDII Pemalang Tembus Rp 3,34 Miliar, 127 Sapi dan 84 Kambing

27 Mei 2026 - 16:02 WIB

Sekda Pemalang Belum Juga Dipilih, Ada Apa di Balik Keterlambatan Penetapan Sekda..?

30 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di Berita