Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir RSUD Pemalang Respons Dugaan Malpraktik Kasus Siswa SDN 01 Kebondalem, Audit Medik Dilakukan Siap Berlaga di PORPROV Jateng Pemkab Pemalang Kirim 133 Atlet Jangan Cuma Ganti Pemimpin! FORMASI Minta Sistem Pembagian Proyek Pemalang Dibenahi dan Trasparan Kawasan Industri Pangan Halal Pemalang Terancam Mandek? Investor Disebut Belum Siap Modal Tok..! Dua ABH Kasus Perundungan di SDN 01 Kebondalem Dikirim ke LPKS Antasena Magelang Tok…! Resmi Perubahan APBD Pemalang 2026 Ditetapkan Menjadi Perda

Berita

Bersama Komisi A DPRD, 12 Desa di Kecamatan Pemalang Minta Pilkades 2026 Tetap Gunakan 1 TPS Berbasis Kearifan Lokal

badge-check


					Bersama Komisi A DPRD, 12 Desa di Kecamatan Pemalang Minta Pilkades 2026 Tetap Gunakan 1 TPS Berbasis Kearifan Lokal Perbesar

SuaraPemalang.com – Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2026 di Kecamatan Pemalang digelar bersama Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang. Jumat 10 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 desa menyampaikan aspirasi agar sistem pelaksanaan Pilkades tetap menggunakan metode kearifan lokal dengan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) per Desa.

Dalam forum yang dihadiri anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang tersebut, perwakilan desa secara tegas menolak skema pembatasan 500 pemilih per TPS. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan justru berpotensi menambah beban anggaran.

Perwakilan desa menyampaikan bahwa metode satu TPS selama ini terbukti efektif, efisien, serta mampu menjaga kondusivitas masyarakat.

Selain itu, sistem tersebut juga telah menjadi bagian dari tradisi dan kearifan lokal dalam pelaksanaan Pilkades di wilayah Kecamatan Pemalang.

“Selama ini dengan satu TPS pelaksanaan lebih sederhana, masyarakat mudah mengakses, dan biaya bisa ditekan. Kalau dibatasi 500 pemilih per TPS, justru akan menambah jumlah TPS dan anggaran,” ungkap salah satu peserta sosialisasi.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang yang hadir dalam kegiatan tersebut menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat desa. Mereka menyatakan akan menampung dan membahas masukan tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan regulasi pelaksanaan Pilkades 2026.

Para peserta berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat mengakomodasi usulan tersebut, sehingga pelaksanaan Pilkades ke depan tetap mengedepankan kearifan lokal, efisiensi anggaran, serta menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam menjaring aspirasi publik, guna memastikan pelaksanaan Pilkades 2026 berjalan demokratis, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat Desa.

Abimanyu***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita