Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Ganissa Gandeng UPGRIS, Bekali Siswa SMA Negeri 1 Pemalang dengan Literasi AI BRI Cabang Pemalang Bangun Kekompakan Lewat Sepak Bola Bersama di Sragi Karyawan BRI Pemalang Kompak Berolahraga, Perkuat Kebersamaan dan Teamwork Begini Alasan dr. Noor Faizah Maenofie Soal Pengunduran Diri sebagai Dewas RSUD Dr. M. Ashari Teka-Teki Pengunduran Diri Istri Bupati Pemalang dari Dewan Pengawas RSUD Dr. M Ashari Sukses Tim PKK Comal Juara Lomba KADARKUM Pemalang, Raih Nilai Tertinggi

News

Ganissa Gandeng UPGRIS, Bekali Siswa SMA Negeri 1 Pemalang dengan Literasi AI

badge-check


					Ganissa Gandeng UPGRIS, Bekali Siswa SMA Negeri 1 Pemalang dengan Literasi AI Perbesar

SuaraPemalang.com — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang begitu pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi.

Menjawab tantangan tersebut, Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Pemalang (Ganissa) berkolaborasi dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan SMA Negeri 1 Pemalang menggelar Pelatihan Literasi AI bagi peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di ruang multimedia SMA Negeri 1 Pemalang, Jumat (14/8/2026), tersebut diikuti perwakilan siswa kelas XI dan XII Program Sekolah Mantap.

Mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence secara Bijak, Etis, Aman, dan Produktif”, pelatihan tidak sekadar mengenalkan teknologi AI kepada siswa.

Para peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung pemanfaatan berbagai tools AI yang dapat mendukung proses pembelajaran.

Hadir sebagai narasumber dari UPGRIS, Dr. Entika Fani Prastikawati dan Andy Priyonolistiyanto materi yang disampaikan meliputi pengenalan AI dan perkembangan teknologi digital, etika penggunaan AI bagi peserta didik, praktik pemanfaatan AI dalam pembelajaran, hingga diskusi dan tanya jawab.

Ketua Ganissa, Yogi Hartono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen alumni untuk memberikan kontribusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh generasi muda.

“Ganissa terus menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Kami ingin kontribusi alumni tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan bekal yang bisa digunakan oleh siswa,” ujar Yogi.

Menurutnya, perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat membuat siswa perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan skill AI kepada siswa. Bukan sekadar bisa menggunakan AI, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya secara bijak, etis, aman, dan produktif,” katanya.

Yogi menegaskan, kemampuan menggunakan AI secara tepat akan menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda. Namun, menurutnya, literasi AI tidak boleh berhenti pada kemampuan mengoperasikan teknologi.

Siswa juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis sehingga mampu membedakan kapan AI digunakan sebagai alat bantu dan kapan penggunaannya justru berpotensi membuat seseorang bergantung pada teknologi.

“Yang kami dorong adalah bagaimana siswa tetap berpikir kritis. AI menjadi alat bantu untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir dan kreativitas siswa,” jelasnya.

Pelatihan literasi AI tersebut menjadi program ke-13 Ganissa dalam rangkaian kegiatan pengabdian dan kontribusi alumni. Selama ini, berbagai program Ganissa diarahkan untuk memperkuat bidang pendidikan, literasi, sosial, komunikasi, serta pengembangan kapasitas generasi muda.

Kolaborasi Ganissa, UPGRIS dan SMA Negeri 1 Pemalang juga tidak berhenti pada pelatihan bagi siswa. Program lanjutan berupa pelatihan AI bagi guru serta kegiatan pengembangan kompetensi lainnya telah direncanakan.

Yogi berharap langkah tersebut dapat menjadi awal terbentuknya ekosistem pendidikan yang semakin siap menghadapi era kecerdasan buatan.

“Kami ingin program ini menjadi awal. Setelah siswa, berikutnya guru juga perlu mendapatkan penguatan skill AI. Dengan demikian, ekosistem pendidikan kita sama-sama siap menghadapi era kecerdasan buatan,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peran alumni dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Ganissa tidak hanya hadir untuk mengenang almamater, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat nyata melalui pengetahuan, keterampilan, dan berbagai program yang relevan dengan tantangan generasi muda.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, kolaborasi antara alumni, sekolah, dan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi mampu memanfaatkannya secara cerdas, bertanggung jawab, dan produktif.

Abimanyu***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita