Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Peran Bunda PAUD dalam Pengembangan PAUD Holistik Integratif dan Sosialisasi Kebijakan Pendidikan 1 Tahun Pra SD Raker TP PKK Gandeng DLH Pemalang: Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk dan Maggot Bernilai Ekonomis Sidak Ketua TP PKK ke RSUD M Ashari, Dengarkan Langsung Suara Pasien dan Tinjau Perubahan Layanan BRI Beri Apresiasi Agen BRILink Terbaik di Pemalang, Aldila Savarela Nor Turun Langsung BRI Peduli Perkuat Sarana Pendidikan Keagamaan melalui Pavingisasi MDT Riyadlatul Uqul Pakembaran BRI Peduli Hadir untuk Pendidikan, MDT Walisongo Kebongede Terima Bantuan Pembangunan Sarana

Uncategorized

Dinsos KB PP dan Babinsa Wanarata Berkolaborasi Turunkan Angka Stunting

badge-check


					Dinsos KB PP dan Babinsa Wanarata Berkolaborasi Turunkan Angka Stunting Perbesar

Suarapemalang.com|Pemalang – Dalam rangka mendukung program TMMD Sengkuyung III TA 2025 Kodim 0711/Pemalang, Babinsa Wanarata Serka Assalam turut serta mendampingi kegiatan non-fisik berupa pelayanan KB dan penyuluhan stunting yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos KB PP) Kecamatan Bantarbolang, bertempat di Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya perencanaan keluarga serta upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.

Hadir sebagai pemateri, Imelsa Ika Wulandari, yang menjelaskan secara gamblang bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan sejak janin hingga anak usia dua tahun. “Anak yang mengalami stunting umumnya memiliki tubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Ini bukan hanya soal tinggi badan, tapi bisa berdampak pada kecerdasan dan kesehatan jangka panjang,” ujar Imelsa.

Ia menambahkan bahwa penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi saat janin dalam kandungan, infeksi berulang, serta pola asuh yang kurang optimal. Oleh karena itu, edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui menjadi sangat penting.

Ciri-ciri anak stunting antara lain adalah:
Pertumbuhan tinggi yang lebih lambat dibanding anak seusia, Berat badan tidak naik secara normal, Terlambatnya perkembangan motorik dan kognitif, Dalam sesi yang sama, Imelsa juga memberikan edukasi mengenai macam-macam alat kontrasepsi, baik jangka panjang (MKJP), seperti IUD, implan, dan steril, maupun non-MKJP seperti pil KB, suntik, kondom, dan kalender.

Di akhir penyuluhan, disimpulkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Peran serta keluarga, masyarakat, serta dukungan dari Babinsa dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat yang antusias mengikuti rangkaian penyuluhan dan pelayanan KB gratis. Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, angka stunting di wilayah Bantarbolang khususnya Desa Wanarata dapat ditekan secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Uncategorized