Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Siswa Meninggal Dunia Diduga Usai Dikeroyok Lima Teman, Polisi Tunggu Hasil Otopsi KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Pemalang, Tiga Koper Besar Dibawa Masuk ke Kantor Bupati Setelah Anom Ditahan KPK, Nurkholes Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pemalang Babak Baru Kasus OTT Pemalang, Rumah Bupati Anom Widiyantoro Resmi Disegel KPK KPK OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan dan Uang Tunai Lebih Rp2 Miliar Disita KPK Segel Dua Rumah di Pemalang dan Ruang Kepala DPU, Salah Satunya Dikaitkan dengan Kontraktor Lingkaran Bupati

Berita

Oknum Guru Sekolah Dasar di Desa Pener Diduga Tilep Tagihan LKS Hingga Jutaan Rupiah

badge-check


					Oknum Guru Sekolah Dasar di Desa Pener Diduga Tilep Tagihan LKS Hingga Jutaan Rupiah Perbesar

SUARA PEMALANG – Praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS), ternyata masih marak terjadi di tiap sekolah dasar di Kabupaten Pemalang. Perihal tersebut mencuat dengan adanya pengakuan dari suplier atau pedagang LKS yang selama ini dikenal aktif berjualan lembar kerja siswa di sekolah dasar setiap semester.

“Ada beberapa pedagang yang selama ini aktif menjual LKS setiap awal semester pertama dan semester kedua. Sistem dagang kita juga tidak memaksa, kami menjual diluar lingkungan sekolah,” ucap N. Kepada tim awak media, Rabu 4 Juni 2025.

Namun menurut N, usahanya tidak serta merta berjalan mulus, karena ada beberapa pihak dan oknum guru yang telah kita titipi tanggung jawab untuk pembayaran LKS, ada yang masih nunggak (belum lunas).

“Kita ini berjualan, menawarkan buku dor to dor. Susah payah. Eh giliran saat pembayaran, oknum guru yang kita percaya malah kurang amanah. Ada yang hingga saat ini masih nunggak tagihan sekitar 3,5 juta rupiah,” bebernya.

“Kita sudah sering tagih ke yang bersangkutan (oknum guru), namun kami sering di PHP alias dikasih janji – janji saja, namun tak kunjung dibayar sudah sejak setahun setengah yang lalu,” lanjutnya.

Sementara, saat di konfirmasi melalui pesan singkat, melalui nomor telp (suami dari oknum guru), pihaknya mengakui bahwa istrinya memang masih ada tunggakan pembayaran LKS.

“Iya emang bojoku belum bayar (tagihan LKS),” balasnya saat di konfirmsi via pesan singkat. (FP)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita