SuaraPemalang.com — Puskesmas Mulyoharjo Kabupaten Pemalang terus mendorong inovasi pelayanan kesehatan melalui program KOPI TUBRUK atau Kolaborasi Pemeriksaan Terintegrasi Tuberkulosis pada Anak dengan Gangguan Gizi dan Stunting.
Program tersebut menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan Forum Komunikasi Publik (FKP) Puskesmas Mulyoharjo Pemalang, yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dan unsur masyarakat. Rabu 26 Agustus 2026
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Komunikasi Kecamatan, Bagian Umum, lurah dari wilayah Sugihwaras, Widuri dan Pelutan, Polsek Pemalang, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.
Kegiatan FKP dimoderatori dr. Bani Zakiyah, sementara Kepala Puskesmas Mulyoharjo, dr. Noor Faizah Maenofie, menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, KOPI TUBRUK diharapkan tidak hanya menjadi inovasi di tingkat Puskesmas Mulyoharjo, tetapi juga dapat menjadi program yang membanggakan Kabupaten Pemalang dan dikembangkan lebih luas.
“Harapannya ini bisa menjadi inovasi yang membanggakan, sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh provinsi,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, program KOPI TUBRUK juga telah ditawarkan untuk dikembangkan bersama pemerintah kabupaten/kota di wilayah tetangga.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat inovasi pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendeteksi dan menangani persoalan TBC yang berkaitan dengan kondisi gizi dan stunting pada anak.
KOPI TUBRUK mengintegrasikan pemeriksaan tuberkulosis pada anak dengan pemeriksaan kondisi gizi dan stunting. Dengan pendekatan tersebut, anak yang memiliki risiko TBC sekaligus masalah gizi dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan secara lebih terpadu.
Persoalan TBC sendiri masih menjadi tantangan kesehatan dunia. Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan beban TBC yang tinggi.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum, setiap tahun terdapat sekitar 1,06 juta kasus baru TBC, dengan angka kematian mencapai sekitar 134 ribu kasus.
Di Kabupaten Pemalang, upaya penanganan dan penemuan kasus terduga TBC juga terus dilakukan. Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa cakupan pelayanan terhadap orang terduga TBC pada 2022 berada pada kisaran 53,94 persen hingga 100 persen, tergantung indikator atau wilayah pelayanan.
Melalui KOPI TUBRUK, Puskesmas Mulyoharjo berupaya memperkuat deteksi dini sehingga persoalan TBC, gangguan gizi dan stunting pada anak dapat ditangani secara lebih cepat dan terintegrasi.
Forum Komunikasi Publik tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi antara Puskesmas dengan pemerintah wilayah, aparat keamanan, Dinas Kesehatan, serta masyarakat.
Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, Puskesmas Mulyoharjo berharap inovasi KOPI TUBRUK dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pemalang.
Ab8manyu















