Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Pemalang Salurkan KUR Rp 766 Miliar Hingga Juli 2026 Aris Ismail Tegaskan Tak Kejar Kursi Wabup Pemalang: “Hormati Proses Hukum dan Mekanisme Partai” Di Tengah Krisis Air Bersih, NU Peduli Hadir Membawa Harapan bagi 978 Warga Pagenteran Siswa Meninggal Dunia Diduga Usai Dikeroyok Lima Teman, Polisi Tunggu Hasil Otopsi KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Pemalang, Tiga Koper Besar Dibawa Masuk ke Kantor Bupati Setelah Anom Ditahan KPK, Nurkholes Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pemalang

Hiburan

Nurkholes: Wayang Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pendidikan dan Pelestarian Budaya

badge-check


					Nurkholes: Wayang Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pendidikan dan Pelestarian Budaya Perbesar

SuaraPemalang.com – Pagelaran wayang golek dalam rangka Sedekah Bumi di Halaman Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, menjadi momentum penting dalam upaya menjaga kelestarian budaya lokal. Sabtu 6 September 2025.

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa wayang bukan hanya tontonan semata, melainkan juga sarana pendidikan yang sarat dengan pesan moral, nilai kehidupan, serta filosofi yang relevan.

“Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan moral, pendidikan, dan filosofi kehidupan dengan cara yang menarik serta mudah dipahami,” ungkap Nurkholes.

Menurutnya, pementasan wayang yang menjadi puncak kegiatan Sedekah Bumi ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tradisional yang adiluhung.

Dirinya menambahkan, tradisi Sedekah Bumi memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi, karena merekatkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, serta antar sesama.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang di peroleh masarakat warga Desa Jatirejo hususnya sepanjang tahun.

Nurkholes mendorong agar para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat terus mengenalkan seni budaya tradisional kepada anak-anak sejak dini.

Dengan begitu, anak-anak dan kaum remaja diharapkan tumbuh rasa bangga dan rasa memiliki terhadap budaya lokal serta

“Semoga acara ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda budaya tahunan yang ditunggu masyarakat,” pungkasnya.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita