Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Gaspol Ekonomi Desa! Kasdim Pemalang Serahkan 50 Mobil Operasional KDKMP, Apresiasi Dukungan Presiden Prabowo Kadis Pendidikan Sentil Outing Class Mahal, Halal Bihalal Yayasan Dian Dharma Tegaskan: Pendidikan Tak Harus Glamour! Semangat HUT ke-76, Satpol PP Pemalang Gandeng PMI Gelar Donor Darah Massal Meriah dan Sarat Makna, HUT ke-20 YRKM Mengori Ditutup Pagelaran Wayang Kolaborasi Empat Dalang Bersama Komisi A DPRD, 12 Desa di Kecamatan Pemalang Minta Pilkades 2026 Tetap Gunakan 1 TPS Berbasis Kearifan Lokal Kadis Kominfo Pemalang: Anggaran Rp. 36 Juta Bukan untuk Satu Vlog, tapi 15 Video

Berita

Kirab Ageng Banyu Panguripan Jadi Magnet Puncak Festival Wong Gunung Pemalang

badge-check


					Kirab Ageng Banyu Panguripan Jadi Magnet Puncak Festival Wong Gunung Pemalang Perbesar

SuaraPemalang.com – Ribuan warga padati Lapangan Desa Pulosari, untuk menyaksikan prosesi Kirab Ageng Banyu Panguripan,

Acara puncak kemeriahan Festival Wong Gunung yang telah berlangsung tiga hari berturut-turut. Sabtu, 20 September 2025.

Prosesi kirab dimulai dari Kantor Kecamatan Pulosari menuju lapangan desa sejauh 200 meter.

Kirab diikuti Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama istri, Wakil Bupati Nurkholes beserta istri, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, para kepala desa, hingga para pendekar pembawa obor.

Setibanya di lapangan, obor suci diserahkan dari perwakilan pendekar kepada Wakil Bupati, kemudian diteruskan kepada Bupati untuk ditempatkan di panggung utama.

Obor tersebut melambangkan semangat masyarakat Pulosari yang menyala sekaligus menjadi simbol penerang dalam kegelapan.

Selain kirab, acara juga dirangkai dengan launching Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan (RPKP) Kecamatan Pulosari, yang ditandai pemukulan kentongan serempak oleh Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, Forkopimcam, serta para kepala desa.

Dalam sambutannya, Bupati Anom menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, panitia, camat, dan para kepala desa di Kecamatan Pulosari.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang budaya, melainkan juga penggerak ekonomi lokal.

“Tanpa event organizer, tapi karena kita guyub rukun, kita bisa melaksanakan kegiatan semeriah ini,” ujarnya.

Bupati juga berpesan agar masyarakat terus menjaga silaturahmi, melestarikan budaya, sekaligus menjaga lingkungan dan alam.

“Inilah bukti pemerintah bersama masyarakat selalu bahu-membahu menjaga kondusifitas dan pembangunan di Pemalang,” katanya.

Ketua TP PKK Pemalang, Noor Faizah Maenofie, berharap Kecamatan Pulosari bisa menjadi daerah yang gemah ripah loh jinawi dan menjadi teladan bagi wilayah lain.

Sementara itu, warga Randudongkal, Dian dan Puri, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan festival.

“Acaranya bagus, meriah, dan baru ada festival wong gunung di Pemalang. Semoga bisa terus dilestarikan dan dicontoh desa-desa lain,” ungkapnya.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gaspol Ekonomi Desa! Kasdim Pemalang Serahkan 50 Mobil Operasional KDKMP, Apresiasi Dukungan Presiden Prabowo

16 April 2026 - 16:15 WIB

Kadis Pendidikan Sentil Outing Class Mahal, Halal Bihalal Yayasan Dian Dharma Tegaskan: Pendidikan Tak Harus Glamour!

15 April 2026 - 16:30 WIB

Semangat HUT ke-76, Satpol PP Pemalang Gandeng PMI Gelar Donor Darah Massal

15 April 2026 - 12:10 WIB

Meriah dan Sarat Makna, HUT ke-20 YRKM Mengori Ditutup Pagelaran Wayang Kolaborasi Empat Dalang

11 April 2026 - 23:12 WIB

Bersama Komisi A DPRD, 12 Desa di Kecamatan Pemalang Minta Pilkades 2026 Tetap Gunakan 1 TPS Berbasis Kearifan Lokal

10 April 2026 - 15:01 WIB

Trending di Berita