SuaraPemalang.com – Sejumlah wali murid SMK PGRI 1 Taman, Kabupaten Pemalang, mempertanyakan fasilitas parkir sepeda motor siswa yang dinilai belum memadai, meski mereka mengaku telah membayar iuran sebesar Rp1,8 juta per siswa.
Keluhan muncul karena area parkir disebut hanya menggunakan penutup jaring paranet, sehingga kendaraan siswa masih terpapar panas matahari dan kehujanan.
Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dan berencana meminta penjelasan langsung kepada pihak sekolah. Senin 26 Oktober 2026
“Kami akan segera menghadap pihak sekolah. Kalau perlu, kami bersama-sama melakukan audiensi. Sudah ada iuran Rp1,8 juta, tetapi motor anak-anak kami hanya ditutupi paranet. Panas kepanasan, hujan kehujanan. Kami ingin tahu uang iuran itu digunakan untuk apa,” ujarnya.
Berdasarkan pengakuan sejumlah wali murid, jumlah siswa yang membayar iuran tersebut diperkirakan berkisar 500 hingga 600 orang.
Jika seluruhnya membayar dengan nominal yang sama, dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp900 juta hingga Rp1,08 miliar.
Besarnya perkiraan dana tersebut mendorong wali murid meminta transparansi mengenai peruntukan iuran serta penjelasan terkait penyediaan fasilitas parkir bagi siswa.
Mereka berencana menggelar audiensi dengan pihak sekolah untuk memperoleh kejelasan dan mendorong perbaikan fasilitas agar kendaraan siswa mendapat perlindungan yang lebih layak.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Taman Pemalang, H. Yanto Raharjo, belum berhasil dimintai klarifikasi hingga berita ini diterbitkan.
Abimanyu















