Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Dengarkan Langsung Suara Pelanggan, PDAM Tirta Mulia Pemalang Siap Tingkatkan Kualitas Layanan Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026 Tiba di Pemalang Inspektorat Tegas: Kades Petahana Tak Bisa Nyalon Lagi Jika Temuan Belum Diselesaikan Grebeg 1000 Kemeja di Sukorejo Pemalang, Jadi Rebutan Warga Mantap.! Perubahan APBD Tahun 2026 Tetap Fokus Pada Pelayanan Masyarakat Pemalang Ikut Peran Sebagai Penyangga Pangan, Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton

Berita

Grebeg 1000 Kemeja di Sukorejo Pemalang, Jadi Rebutan Warga

badge-check


					Grebeg 1000 Kemeja di Sukorejo Pemalang, Jadi Rebutan Warga Perbesar

SuaraPemalang.com – Dengan antusias, ratusan warga dari berbagai wilayah berebut gunungan baju kemeja di lapangan Desa Sukorejo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.

Kegiatan tersebut merupakan iven tahunan yang diselenggarakan Desa tersebut. Minggu (6/9/2026).

Plt. Bupati Pemalang diwakili Sekda Bagus Sutopo menyampaikan apresiasi serta dukungannya terhadap kegiatan Festival Grebeg 1000 Kemeja Tahun 2026 di Desa Sukorejo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Menurut Bagus, walaupun festival itu hanya lingkup desa, namun suasananya sangat meriah sekali. Meski demikian kegiatan tersebut perlu dievaluasi agar tahun depan kegiatan serupa bisa lebih meriah lagi.

Bagus mengungkapkan, Sekarang ini, apabila ingin meramaikan kegiatan tidak harus dengan biaya mahal, karena di era teknologi informasi saat ini, beragam kegiatan yang mengusung potensi lokal bisa dipublikasikan melalui media sosial. Terkait itu, Sekda mengajak para pengunjung agar mereka bisa menyiarkan langsung acara yang sedang berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Bagus menuturkan bahwa Ajining diri ono ing lati, Ajining rogo ono ing busono, yang artinya bahwa seseorang itu dilihat dari ucapannya, dan kedua yang ada korelasinya dengan masyarakat Desa Sukorejo yaitu Ajining diri ono ing busono. masyarakat Sukorejo, seperti dikatakan Bagus, sangat memperhatikan dalam hal berpakaian dan memiliki usaha yang berkaitan dengan busono (konveksi). Ia berharap, festival-festival seperti ini, kedepan dapat di kolaborasi agar lebih meriah dan tertib.

Tidak hanya Grebeg 1000 kemeja saja, dalam festival tersebut para pengunjung juga disuguhi berbagai produk UMKM lokal dan hiburan musik serta sajian seni tari Asmara Putri Kirana dari Sanggar Antariksa asal desa Jatingarang dan tari Incling Janget dari Sanggar Zahra Desa Kaliprau

Yang tak kalah pentingnya adalah di sektor pariwisata. Dengan adanya Festival Grebeg 1000 Kemeja, Objek Wisata Mina Padi Desa Sukorejo yang tak jauh dari lokasi festival juga ikut terdampa. Salah satu pengelola Objek Wisata Mina Padi, Frida menggunakan dengan adanya Festival tersebut jumlah pengunjung di Mina Padi mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menurut Frida, banyak dari para pengunjung Festival Grebeg 1000 Kemeja yang penasaran dengan keberadaan wisata Mina Padi dan akhirnya mereka masuk setelah membeli tiket. Ketika ditanya harga tiketnya, Frida menjawab Rp. 12 ribu per orang.

Seperti diutarakan Frida, ada sejumlah wahana yang dapat dinikmati pengunjung di Objek Wisata Mina Padi. Beberapa diantaranya adalah kolam renang, mandi busa, agro wisata, terapi ikan, spot foto, dan bisa karaokean

Abimanyu***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita