Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Pemalang Salurkan KUR Rp 766 Miliar Hingga Juli 2026 Aris Ismail Tegaskan Tak Kejar Kursi Wabup Pemalang: “Hormati Proses Hukum dan Mekanisme Partai” Di Tengah Krisis Air Bersih, NU Peduli Hadir Membawa Harapan bagi 978 Warga Pagenteran Siswa Meninggal Dunia Diduga Usai Dikeroyok Lima Teman, Polisi Tunggu Hasil Otopsi KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Pemalang, Tiga Koper Besar Dibawa Masuk ke Kantor Bupati Setelah Anom Ditahan KPK, Nurkholes Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pemalang

Berita

Raker TP PKK Gandeng DLH Pemalang: Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk dan Maggot Bernilai Ekonomis

badge-check


					Raker TP PKK Gandeng DLH Pemalang: Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk dan Maggot Bernilai Ekonomis Perbesar

SuaraPemalang.com — Tim Penggerak PKK bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang menggelar rapat kerja yang diisi dengan sosialisasi pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Ketua Tim Penggerak PKK, dr. Noor Faizah Manofie saat di wawancarai oleh SuaraPemalang.com menekankan bahwa pembuatan komposter sederhana tidak harus membutuhkan biaya besar.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar sebagai bahan pembuatan komposter.

Dengan cara sederhana tersebut, pengolahan sampah organik rumah tangga dapat dilakukan secara mudah, murah, dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Untuk membuat komposter tidak harus mahal. Kita bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar rumah sehingga masyarakat dapat mengolah sampah organik dengan cara yang sederhana namun tetap bermanfaat,” tegasnya

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai manfaat komposter, pembuatan biopori, pori pot, hingga pemanfaatan sampah dapur menjadi pupuk organik serta maggot yang dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para kader PKK, agar dapat menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing.

Dengan pengelolaan yang tepat, sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Pemanfaatan komposter misalnya, dinilai efektif untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman.

Sementara itu, pembuatan biopori dan pori pot juga memiliki manfaat dalam meningkatkan daya serap air ke dalam tanah serta membantu menjaga kelestarian lingkungan.

Tak kalah menarik, pengolahan sampah dapur melalui budidaya maggot menjadi salah satu solusi inovatif yang mendapat perhatian peserta.

Selain membantu mengurangi limbah organik, maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak yang kaya nutrisi dan berpotensi menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui rapat kerja dan sosialisasi tersebut, diharapkan para kader PKK dapat menerapkan ilmu yang diperoleh serta menyebarluaskannya kepada masyarakat luas, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

Abimanyu***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita