Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Tok…! Resmi Perubahan APBD Pemalang 2026 Ditetapkan Menjadi Perda Pemda Pemalang Serahkan Penanganan Kasus Perundungan di SD Negeri 01 Kebondalem pada Proses Hukum Pelaksanaan Pendidikan Perlu Dievaluasi. Plt Bupati Tegaskan Perundungan Tak Boleh Terulang Nurkholes Sentil Pelayanan RSUD Pemalang: Jangan Sampai Pasien Menunggu di Luar Tanpa Perhatian.! Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, Polisi Periksa 6 Orang Kekerasan Anak di Pemalang, Titien: Pencegahan Harus Dimulai dari Keluarga

Berita

Sempat Dirawat 9 Hari di RS, Siswa SD di Pemalang Meninggal Dunia, Dugaan Akibat Bullying

badge-check


					Sempat Dirawat 9 Hari di RS, Siswa SD di Pemalang Meninggal Dunia, Dugaan Akibat Bullying Perbesar

SuaraPemalang.com — Duka menyelimuti keluarga seorang siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.

Bocah tersebut meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr. M. Ashari Pemalang.

Korban disebut diduga mengalami perundungan oleh sejumlah kakak kelasnya. Informasi yang dihimpun, dugaan perundungan tersebut melibatkan tiga siswa yang duduk di kelas 5 di sekolah yang sama.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. M. Ashari selama sembilan hari.

Setelah diperbolehkan pulang, korban kemudian menjalani perawatan di rumah selama sekitar tiga hari.
Namun, kondisi korban kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kabar duka tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes bahkan datang langsung ke rumah duka untuk bertakziah.

Dalam kesempatan tersebut, Nurkholes menegaskan bahwa kejadian yang melibatkan anak-anak di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian serius.

Pengawasan terhadap siswa, menurutnya, perlu diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku tidak menerima kejadian yang menimpa anak mereka.

Kepada sejumlah media, orang tua korban juga mempertanyakan respons pihak sekolah ketika dugaan perundungan tersebut sebelumnya dilaporkan.

Menurut keluarga, laporan yang disampaikan kepada pihak sekolah dinilai belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang mereka harapkan.

Keluarga kini berharap dugaan perundungan tersebut dapat diusut secara jelas dan pihak-pihak terkait memberikan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap korban.

Kasus ini juga menjadi sorotan karena melibatkan anak-anak di bawah umur. Penanganannya membutuhkan kehati-hatian, termasuk dalam memastikan kronologi, kondisi korban, serta dugaan keterlibatan siswa lain berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, diperlukan keterangan lebih lanjut dari pihak sekolah, keluarga korban, serta instansi terkait untuk memastikan kronologi dan penyebab meninggalnya korban secara utuh.

Abimanyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita