Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir RSUD Pemalang Respons Dugaan Malpraktik Kasus Siswa SDN 01 Kebondalem, Audit Medik Dilakukan Siap Berlaga di PORPROV Jateng Pemkab Pemalang Kirim 133 Atlet Jangan Cuma Ganti Pemimpin! FORMASI Minta Sistem Pembagian Proyek Pemalang Dibenahi dan Trasparan Kawasan Industri Pangan Halal Pemalang Terancam Mandek? Investor Disebut Belum Siap Modal Tok..! Dua ABH Kasus Perundungan di SDN 01 Kebondalem Dikirim ke LPKS Antasena Magelang Tok…! Resmi Perubahan APBD Pemalang 2026 Ditetapkan Menjadi Perda

Berita

Bantuan Ditolak, PWI-LS Kritik Pemda Pemalang Tidak Netral

badge-check


					Bantuan Ditolak, PWI-LS Kritik Pemda Pemalang Tidak Netral Perbesar

SuaraPemalang.com|Pemalang – Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang patut dipertanyakan kinerjanya dalam menangani konflik antara FPI dan PWI-LS di Pegundan, Petarukan. Bantuan uang pengobatan senilai Rp 21.647.000 yang diberikan kepada korban bentrokan berdarah justru ditolak oleh PWI-LS karena dianggap sebagai bentuk pencitraan murahan.

Pada hari Senin, 4 Agustus 2025, di kabupaten Pemalang, Ketua PWI-LS Pemalang, Wahyudin, melalui juru bicara Divisi Seni dan Budaya, Andi Rustono, dengan tegas menyatakan bahwa PWI-LS tidak membutuhkan bantuan yang penuh kepentingan politik.

Langkah Pemda yang menggelar konferensi pers sebelum memberikan bantuan kepada korban juga dikecam keras oleh Andi. Menurutnya, hal tersebut tidak tulus dan hanya menunjukkan ambisi Bupati mempertahankan citra di tengah krisis sosial.

Kehadiran Bupati Pemalang di atas panggung Tabligh Akbar bersama Habib Rizieq juga dipertanyakan karena menunjukkan keberpihakan yang terang-terangan. PWI-LS Pemalang menyerukan agar Bupati bersikap lebih bijak, netral, dan fokus pada penyelesaian konflik secara adil.

Dalam situasi seperti ini, Bupati seharusnya menjadi penengah, bukan mempertegas posisi di tengah masyarakat yang sedang terbelah. PWI-LS Pemalang berharap Bupati dapat memperbaiki diri dan fokus pada penyelesaian konflik secara adil, bukan terjebak dalam politik pencitraan yang tidak berguna.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan terlindungi, bukan malah semakin terbelah dan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Maka dari itu, Bupati Pemalang harus lebih bijak dalam menangani konflik dan tidak terjebak dalam politik pencitraan yang tidak berguna.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang harus lebih fokus pada penyelesaian konflik secara adil dan tidak mempertegas posisi di tengah masyarakat yang sedang terbelah. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan terlindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita