Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Kadis Kominfo Pemalang: Anggaran Rp. 36 Juta Bukan untuk Satu Vlog, tapi 15 Video Penyuluhan Hukum Terpadu, Warga Surajaya Antusias Tingkatkan Kesadaran Hukum di TMMD Sengkuyung 2026 TMMD Hubungkan Dua Desa dan Dua Kecamatan, Kades Surajaya Sampaikan Apresiasi Zulkifli Hasan Ajak Siswa Pemalang Melek Pangan, Sosialisasikan MBG dan Tantang Pelajar Berpikir Kritis Basnom HIPMI Pemalang Resmi Dilantik, Dorong Kolaborasi Ekonomi dengan Pemda dan Pelaku Usaha

Berita

Krisis Sayuran di Pemalang, Harga Naik Dua Kali Lipat

badge-check


					Krisis Sayuran di Pemalang, Harga Naik Dua Kali Lipat Perbesar

Suarapemalang.com|Pemalang, Jawa Tengah — Harga sayuran di Kabupaten Pemalang melonjak drastis akibat terhambatnya pasokan. Hal ini terjadi setelah para sopir truk melakukan aksi protes terhadap larangan operasional truk Over Dimension-Overload (ODOL), yang mengakibatkan pengiriman komoditas dari petani terhenti.

Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang terlihat sepi pagi tadi, Jumat (20/6/2025). Berbeda dari hari biasanya, tidak terlihat aktivitas bongkar muat sayuran di pasar tersebut. Kios-kios pedagang pun kosong dari tumpukan karung sayur.

Menurut sejumlah sumber, situasi ini dipicu oleh aksi unjuk rasa sopir truk ODOL yang menolak kebijakan pelarangan operasional kendaraan mereka. Truk pengangkut sayur dihadang dan diperiksa oleh para sopir yang berdemo di sejumlah titik, seperti di Rest Area Belik. Mereka meminta truk-truk tersebut memutar balik atau membongkar muatannya sebagai bentuk dukungan terhadap aksi protes.

Bagus Hudi Laksono, salah seorang pedagang, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan sejak Kamis (19/6/2025) akibat pengiriman yang terhambat. “Enggak ada barang yang masuk dari kemarin. Dampaknya ya kaya gini, sayuran jadi mahal,” ujarnya.

Kelangkaan stok sayur mendorong kenaikan harga hingga dua kali lipat. Para pedagang terpaksa menaikkan harga jual karena persediaan semakin menipis. “Misalnya ini wortel biasanya Rp 5.000 sekarang Rp 12.000, yang lain juga naik. Kalau nanti enggak ada stok ya tutup,” tambah Bagus.

Firman, pedagang lainnya, juga mengungkapkan dampak serupa. Menurutnya, terhentinya pasokan sayur sangat merugikan para pedagang di pasar. “Pengirim-pengirim enggak ada yang mau ngirim barang, katanya malu sama teman-teman sesama sopir, mau ikut demo. Ini semua harga sayur dari wilayah selatan naik, yang tadinya Rp 4.000 jadi Rp 8.000,” jelasnya.

Ia berharap ada solusi dari polemik larangan truk ODOL agar distribusi sayur ke pasar dapat kembali normal. Dengan demikian, harga sayuran dapat kembali stabil dan para pedagang dapat berjualan dengan normal. Solusi ini sangat diharapkan oleh para pedagang untuk mengembalikan kegiatan ekonomi di pasar sayur dan buah Kabupaten Pemalang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kadis Kominfo Pemalang: Anggaran Rp. 36 Juta Bukan untuk Satu Vlog, tapi 15 Video

31 Maret 2026 - 13:29 WIB

Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir

4 Maret 2026 - 16:15 WIB

Penyuluhan Hukum Terpadu, Warga Surajaya Antusias Tingkatkan Kesadaran Hukum di TMMD Sengkuyung 2026

2 Maret 2026 - 17:16 WIB

TMMD Hubungkan Dua Desa dan Dua Kecamatan, Kades Surajaya Sampaikan Apresiasi

2 Maret 2026 - 17:03 WIB

Basnom HIPMI Pemalang Resmi Dilantik, Dorong Kolaborasi Ekonomi dengan Pemda dan Pelaku Usaha

1 Maret 2026 - 23:46 WIB

Basnom HIPMI Pemalang Resmi Dilantik, Dorong Kolaborasi Ekonomi dengan Pemda dan Pelaku Usaha
Trending di Berita