SUARAPEMALANG.COM – Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Jawa Tengah, Untung Budiarso, mendukung langkah Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo dalam mengembangkan penyelidikan kasus perundungan yang mengakibatkan meninggalnya siswa SDN 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang.
Menurut Untung, langkah Kapolres yang baru empat hari menjabat di Polres Pemalang tersebut menjadi perhatian masyarakat.
Ia berharap komitmen tersebut diikuti dengan proses penyelidikan yang profesional, transparan, dan berkeadilan hingga seluruh fakta dalam perkara itu terungkap.
Ia menilai, pengembangan penyelidikan penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat. Klarifikasi secara resmi diperlukan agar tidak muncul spekulasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman terkait perkara tersebut.
Masyarakat, lanjutnya, juga berharap kepolisian menelusuri seluruh aspek yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Penyelidikan diharapkan tidak hanya berfokus pada dugaan perundungan, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan dan penanganan di lingkungan sekolah.
“Kalau memang ditemukan adanya kelalaian, baik yang berkaitan dengan guru, kepala sekolah, maupun pihak terkait lainnya, tentu harus ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku,” menjadi penekanan dalam harapan agar perkara tersebut diusut secara menyeluruh.
Untung juga menyoroti beredarnya informasi mengenai siswa yang sedang didalami dalam perkara tersebut, termasuk kabar dugaan dibawa ke luar kota dan isu mengenai hubungan keluarga dengan anggota Polri. Menurutnya, informasi semacam itu perlu diklarifikasi berdasarkan fakta agar masyarakat memperoleh gambaran yang benar.
Ia berharap Polres Pemalang dapat menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara proporsional dengan tetap memperhatikan proses penyelidikan serta perlindungan identitas anak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Komitmen Kapolres Pemalang dalam mengembangkan penyelidikan kasus perundungan ini patut kita apresiasi. Kami berharap perkara ini diungkap secara menyeluruh, profesional, dan berkeadilan sehingga masyarakat mendapatkan kepastian atas fakta yang sebenarnya,” demikian harapannya.
Menurut Untung, penanganan kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mencegah perundungan serta memastikan lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman bagi anak-anak.
Semangat Polri Bersama Masyarakat diharapkan diwujudkan melalui penegakan hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.***















