Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Tok…! Resmi Perubahan APBD Pemalang 2026 Ditetapkan Menjadi Perda Pemda Pemalang Serahkan Penanganan Kasus Perundungan di SD Negeri 01 Kebondalem pada Proses Hukum Kasus Siswa SDN 01 Kebondalem Memanas, Sekolah Klarifikasi Isu Anak Pejabat dan Polisi Itu Hoax Pelaksanaan Pendidikan Perlu Dievaluasi. Plt Bupati Tegaskan Perundungan Tak Boleh Terulang Nurkholes Sentil Pelayanan RSUD Pemalang: Jangan Sampai Pasien Menunggu di Luar Tanpa Perhatian.! Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, Polisi Periksa 6 Orang

Headline

Kasus Siswa SDN 01 Kebondalem Memanas, Sekolah Klarifikasi Isu Anak Pejabat dan Polisi Itu Hoax

badge-check


					Kasus Siswa SDN 01 Kebondalem Memanas, Sekolah Klarifikasi Isu Anak Pejabat dan Polisi Itu Hoax Perbesar

SuaraPemalang.com — Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa SDN 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, terus menjadi perhatian masyarakat.

Ratusan masa dan para orang tua wali murid melakukan aksi unjuk rasa di depan sekokah SD 01 Kebondalem menuntut transparasi penanganan hukum terhadap pelaku. Senin 5 Oktober 2026

Masa aksi meminta agar kasus dugaan perundungan kepada murid hingga mengakibatkan meninggal dunia untuk di usut tuntas dan beri keadilan seadil adilnya.

Setelah kepolisian memeriksa sejumlah pihak terkait kasus tersebut, kini keterangan dari pihak sekolah turut menjadi sorotan.

Kepala SDN 01 Kebondalem, Erning Rustini melalui Guru Kelas Untung Begjo, menyampaikan sejumlah penjelasan mengenai informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait kasus tersebut.

Salah satu isu yang mencuat adalah kabar bahwa anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan anak pejabat dan anak seorang anggota Kepolisian

Untung Begjo menegaskan, informasi yang beredar luas di masyarakat mengenai identitas maupun latar belakang anak yang diduga sebagai pelaku tersebut tidak lah benar.

“Semua informasi yang lalu-lalang, seperti anak yang diduga pelaku itu anak pejabat dan anak seorang polisi, itu hoaks semua,” kata Untung Begjo.

Pihak sekolah menilai informasi yang belum terverifikasi tersebut justru berpotensi memperkeruh suasana dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, terkait ketidakhadiran kepala sekolah saat situasi tersebut menjadi perhatian publik, Untung menjelaskan bahwa kepala sekolah sedang memiliki kepentingan di luar sekolah yang tidak dapat ditinggalkan.

Untung juga menyampaikan harapan agar masyarakat maupun wali murid yang mengikuti aksi unjuk rasa dapat menjaga ketenangan dan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

“Harapan saya para masyarakat dan wali murid yang ikut unjuk rasa pada hari ini dimohon tenang, agar tidak mengganggu aktivitas anak belajar dan juga tidak menimbulkan trauma bagi anak didik kami,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan dan mengungkap fakta sebenarnya dalam kasus tersebut.

Sekolah juga meminta agar informasi mengenai kasus ini tidak disebarluaskan tanpa kepastian dan sumber yang jelas, terlebih menyangkut anak-anak yang masih di bawah umur.

Kasus dugaan perundungan tersebut kini masih menjadi perhatian aparat kepolisian.

Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh serta memastikan ada atau tidaknya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Abimanyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Headline