Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Bukan Sekadar Potong Tumpeng, HUT IBI Pemalang Jadi Panggung Aspirasi Bidan GAPENSI Pemalang Soroti Tata Kelola Proyek, Sebut Asosiasi Tak Pernah Dilibatkan Siapa di Balik Proyek Jalan Kiyai Makmur Rp 299 Juta? Dugaan “Pinjam Bendera” Mencuat Plt Bupati Pemalang Minta Kinerja OPD Digenjot, Komitmen Bebas KKN Ditegaskan Perubahan APBD Pemalang 2026 Disetujui, Pendapatan Daerah Turun Jadi Rp2,54 Triliun Peningkatan Kapasitas BPD dan Satlinmas Bersama Pemkab Pemalang

Pendidikan

Bupati Harap Bunda Literasi Kecamatan Jadi Penggerak Minat Baca dan Inspirasi Masyarakat

badge-check


					Bupati Harap Bunda Literasi Kecamatan Jadi Penggerak Minat Baca dan Inspirasi Masyarakat Perbesar

SuaraPemalang.com – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro berharap para Bunda Literasi Kecamatan yang baru dikukuhkan dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi di masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Bupati usai menyaksikan pengukuhan 14 Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pemalang oleh Bunda Literasi Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faidzah Maenofie, di Pendopo Kabupaten, Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anom menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Bunda Literasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan masyarakat yang gemar membaca dan berpengetahuan luas.

“Harapan kami adalah saling memperkukuh dan memperkokoh, ini menjadi modal. Di sini ada para kepala dinas, bisa saling memperkuat. Jadi jangan berjalan sendiri, harus berkolaborasi dengan pemerintah. Yang penting saling memperkukuh dan memperkokoh. Semoga mendapat ridho dari Allah SWT,” ujar Bupati Anom.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faidzah Maenofie, menyampaikan bahwa peran Bunda Literasi bukan sekadar simbol, melainkan sosok nyata yang hadir di tengah masyarakat untuk membimbing dan menginspirasi melalui berbagai inovasi dan aksi nyata.

“Kepercayaan yang diberikan hari ini adalah bentuk pengakuan atas komitmen dan potensi ibu-ibu semuanya untuk menjadi teladan, inspirator, dan penggerak utama dalam membangun budaya literasi masyarakat,” ujar dr. Noor Faidzah Maenofie, yang akrab disapa Dokter Noffie.

Sebagai rangkaian kegiatan, acara pengukuhan juga dimeriahkan dengan kegiatan “Baca Buku untuk Implementasi Kreatif”, yang mencakup workshop ecoprint dan pembuatan kue kering, sebagai bentuk penerapan literasi dalam karya dan keterampilan sehari-hari.

Abi***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan