Menu

Mode Gelap
Tiga Nama “Gerbong IPDN” Masuk Tiga Besar Bursa Sekda Pemalang, Kandidat Non-IPDN Dipastikan Tersingkir Siswa Meninggal Dunia Diduga Usai Dikeroyok Lima Teman, Polisi Tunggu Hasil Otopsi KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Pemalang, Tiga Koper Besar Dibawa Masuk ke Kantor Bupati Setelah Anom Ditahan KPK, Nurkholes Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pemalang Babak Baru Kasus OTT Pemalang, Rumah Bupati Anom Widiyantoro Resmi Disegel KPK KPK OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan dan Uang Tunai Lebih Rp2 Miliar Disita KPK Segel Dua Rumah di Pemalang dan Ruang Kepala DPU, Salah Satunya Dikaitkan dengan Kontraktor Lingkaran Bupati

Berita

Kirab Ageng Banyu Panguripan Jadi Magnet Puncak Festival Wong Gunung Pemalang

badge-check


					Kirab Ageng Banyu Panguripan Jadi Magnet Puncak Festival Wong Gunung Pemalang Perbesar

SuaraPemalang.com – Ribuan warga padati Lapangan Desa Pulosari, untuk menyaksikan prosesi Kirab Ageng Banyu Panguripan,

Acara puncak kemeriahan Festival Wong Gunung yang telah berlangsung tiga hari berturut-turut. Sabtu, 20 September 2025.

Prosesi kirab dimulai dari Kantor Kecamatan Pulosari menuju lapangan desa sejauh 200 meter.

Kirab diikuti Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama istri, Wakil Bupati Nurkholes beserta istri, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, para kepala desa, hingga para pendekar pembawa obor.

Setibanya di lapangan, obor suci diserahkan dari perwakilan pendekar kepada Wakil Bupati, kemudian diteruskan kepada Bupati untuk ditempatkan di panggung utama.

Obor tersebut melambangkan semangat masyarakat Pulosari yang menyala sekaligus menjadi simbol penerang dalam kegelapan.

Selain kirab, acara juga dirangkai dengan launching Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan (RPKP) Kecamatan Pulosari, yang ditandai pemukulan kentongan serempak oleh Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, Forkopimcam, serta para kepala desa.

Dalam sambutannya, Bupati Anom menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, panitia, camat, dan para kepala desa di Kecamatan Pulosari.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang budaya, melainkan juga penggerak ekonomi lokal.

“Tanpa event organizer, tapi karena kita guyub rukun, kita bisa melaksanakan kegiatan semeriah ini,” ujarnya.

Bupati juga berpesan agar masyarakat terus menjaga silaturahmi, melestarikan budaya, sekaligus menjaga lingkungan dan alam.

“Inilah bukti pemerintah bersama masyarakat selalu bahu-membahu menjaga kondusifitas dan pembangunan di Pemalang,” katanya.

Ketua TP PKK Pemalang, Noor Faizah Maenofie, berharap Kecamatan Pulosari bisa menjadi daerah yang gemah ripah loh jinawi dan menjadi teladan bagi wilayah lain.

Sementara itu, warga Randudongkal, Dian dan Puri, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan festival.

“Acaranya bagus, meriah, dan baru ada festival wong gunung di Pemalang. Semoga bisa terus dilestarikan dan dicontoh desa-desa lain,” ungkapnya.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita