SuaraPemalang.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyosialisasikan kebijakan pangan nasional sekaligus program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa-siswi di Kabupaten Pemalang, Senin. 2 Maret 2026.
Dalam kunjungannya, Menko Pangan menyambangi tiga sekolah, yakni MAN Pemalang, SMA Negeri 1 Pemalang, dan SMK Negeri 1 Pemalang.
Kehadirannya disambut antusias para pelajar yang memadati lapangan sekolah untuk mengikuti sosialisasi.

Di hadapan para siswa, Zulkifli Hasan memaparkan kondisi kebijakan pangan Indonesia yang hingga saat ini masih mengandalkan impor untuk sejumlah komoditas yang belum mampu diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Dirinya menjelaskan secara rinci rantai produksi telur dan daging ayam nasional.
Menurutnya, pemerintah masih harus mengimpor bibit ayam dari luar negeri, seperti dari Amerika dan Belanda, yang dikenal dengan istilah Grand Parent Stock (GPS).
Bibit tersebut kemudian dikembangkan di Indonesia menjadi Parent Stock dan selanjutnya menjadi Day Old Chick (DOC).
“Kita harus impor dulu dari Amerika atau Belanda, nama bibitnya Grand Parent Stock (GPS), kemudian di Indonesia diternak menjadi Parent Stock, diternak lagi menjadi Day Old Chick (DOC),” jelasnya.
Ia menambahkan, DOC inilah yang kemudian dibeli peternak untuk dibesarkan, baik sebagai ayam petelur maupun ayam pedaging.
Tak hanya bibit, bahan baku pakan ternak seperti gandum, minyak ikan, dan vitamin juga masih diimpor. Bahan-bahan tersebut diolah menjadi pelet untuk memenuhi kebutuhan ayam petelur dan pedaging di dalam negeri.
“Adek-adek baru tahu sekarang kan? Itulah makanya adek-adek harus punya keingintahuan yang tinggi,” tuturnya memotivasi para siswa.
Dalam kesempatan tersebut,
Menko Pangan juga berdialog langsung dengan pelajar mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing.
Dirinya ingin memastikan program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa.
“Bagaimana MBG di sekolah kalian, enak? Kalau enak pengennya lanjut apa stop? Yaudah, kalau memang enak kita sama-sama sampaikan terima kasih ke Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya disambut sorak siswa.
Menutup kegiatan, Zulkifli Hasan memberikan tantangan kepada sejumlah siswa dengan pertanyaan seputar isu-isu pangan terkini. Para pelajar yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah berupa tablet langsung dari Menko Pangan.
Kunjungan ini menjadi momentum edukasi bagi generasi muda Pemalang agar lebih memahami rantai produksi pangan nasional sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya kemandirian pangan Indonesia.
Abimanyu***












