SUARA PEMALANG – Warta Nasional Network (WN Network) sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Kegiatan ini yang dikemas dalam program Jagongan Bareng Media sukses digelar dengan penuh antusiasme, bertempat di Kantor MG Seven Law Firm Pemalang, pada Rabu 11 Februri 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” ini diselenggarakan oleh Warta Nasional Network (WN Network) sebagai bentuk komitmen mendukung penguatan ekosistem pers yang profesional dan berintegritas.

Acara dipandu oleh Intan Hidayat, Pemimpin Redaksi (Pimred) WartaNasional.com, yang berhasil memoderatori jalannya diskusi dengan kritis namun tetap konstruktif.
Dengan pengalaman jurnalistiknya membuat dialog berlangsung hidup, sehingga isu-isu penting terkait pers, literasi, disrupsi media, dan perlindungan hukum tersampaikan dengan jelas.
Dalam Forum Jagongan Bareng ini, yang menghadirkan berbagai tokoh lintas sektor ini menjadi ruang dialog produktif antara insan pers, pemerintah, praktisi hukum, serta elemen masyarakat.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, membahas peran strategis pers dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaulat.
Sesi diskusi dalam forum tersebut, Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Drs. Nugroho Budi Raharjo, MM, secara khusus menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers dan penyiaran akibat disrupsi media di era digital.
“Kita sedang menghadapi disrupsi media yang sangat cepat. Platform digital dan media sosial mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Jika tidak adaptif, media konvensional bisa semakin tergerus,” tegasnya.
Menurutnya, disrupsi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku audiens, model bisnis, hingga pola distribusi konten.
“Pers harus mampu bertransformasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik, yaitu akurasi, independensi, dan tanggung jawab. Di tengah banjir informasi dan hoaks, media arus utama justru harus menjadi rujukan yang kredibel,” tambahnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie, M.Kes., menekankan pentingnya penguatan literasi, khususnya literasi media dan literasi digital, sebagai fondasi membangun masyarakat yang cerdas dan tangguh.
“Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, dan menganalisis informasi. Di era digital saat ini, literasi media menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen TP PKK Pemalang untuk berkolaborasi dengan insan pers dan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat literasi, khususnya literasi media dan literasi digital.
“Kami siap bekerja sama dengan media dan seluruh stakeholder untuk memperkuat literasi, khususnya literasi media dan digital, agar masyarakat lebih cerdas dalam menyaring informasi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Pengprov PERCASI Jawa Tengah, Aditya Padmanaba, S.Kom., MM., menekankan pentingnya pembangunan karakter sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
“Olahraga, termasuk catur, melatih konsentrasi, sportivitas, dan strategi. Ini bagian dari membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” katanya yang juga Ketua PERCASI Pemalang itu.
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan strategi organisasi.
“Teknologi membuka peluang baru bagi pembelajaran, komunikasi, dan inovasi. Di era digital ini, adaptasi teknologi menjadi kunci agar organisasi dan masyarakat tetap kompetitif dan relevan,” tegasnya.

Dari sisi hukum, Praktisi Hukum (Advokat/Lawyer) Misbakhul Munir, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya perlindungan hukum bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Pers memiliki fungsi kontrol sosial yang sangat penting dalam negara demokrasi. Karena itu, insan pers harus mendapatkan perlindungan hukum ketika menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai kode etik,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kebebasan pers telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat tantangan, termasuk potensi kriminalisasi terhadap jurnalis.
“Jika terjadi sengketa pemberitaan, mekanisme yang harus dikedepankan adalah hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, bukan serta-merta membawa ke ranah pidana,” jelasnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi dan kode etik jurnalistik juga menjadi kunci agar pers tetap berada dalam koridor hukum.
“Perlindungan hukum berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Jurnalis harus bekerja berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Praktisi Hukum, Maulana Santoso, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa legalitas menjadi fondasi utama dalam membangun media yang profesional dan berkelanjutan.
“Media yang sehat bukan hanya dilihat dari kualitas pemberitaannya, tetapi juga dari aspek legalitasnya. Badan hukum yang jelas, perizinan yang lengkap, serta administrasi yang tertib akan memberikan kepastian dan perlindungan hukum,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah berkembangnya media digital, masih terdapat sejumlah platform informasi yang belum memiliki legalitas yang memadai. Hal ini berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Legalitas bukan sekadar formalitas. Ini penting untuk melindungi pengelola media, jurnalis, maupun mitra kerja. Dengan legalitas yang kuat, media juga akan lebih dipercaya oleh publik dan dunia usaha,” tegasnya.
Kegiatan Jagongan Bareng Media ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan sejumlah gagasan konstruktif guna memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan semangat Hari Pers Nasional 2026, seluruh pihak berkomitmen mewujudkan pers yang sehat demi terciptanya ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat.
Dari acara Jagongan Bareng Media itu juga hadir langsung Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pemalang, Joko Ngatmo,S.E.,M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang, Dian Ika Siswanti, SSi, M.Si dan Kepala Bidang PIKP pada Dinas Kominfo Kurniasih Puji Rahayu, S.Kom.
Sebagai informasi, WN Network merupakan jaringan media di Indonesia yang berhasil menjadi penyedia informasi terlengkap dengan mengusung konsep ekonomi kolaboratif untuk membangun ekosistem digital mandiri dan profesional diantaranya WartaNasional.com, SinarJateng.com, SuaraPemalang.com, LenteraRakyat.com, WNTV Channel dan Warta Nasional Publising. ***













