Menu

Mode Gelap
Buka Dapur Umum, DPC PDI Perjuangan Pemalang Bersama Dede Indra Permana Bantu Warga Penakir Terdampak Banjir Festival Budaya Jimat Dibatalkan, Pemkab Pemalang Utamakan Keselamatan Warga Ngobras Bareng Rizal Bawazier, PKS Pemalang Fokuskan Penguatan Ekonomi Kader PKS Hadir di Tengah Banjir, Ringankan Beban Warga Ampelgading, Comal dan Ulujami PKS Pemalang Salurkan Bantuan Alat Kebersihan dan Obat-obatan untuk Korban Banjir Desa Limbangan Kejari Pemalang Paparkan Capaian Kinerja 2025, PNBP Lampaui Target hingga 288 Persen

Hukum

Begini Jawaban Bupati Anom atas Isu Strategis yang Disuarakan Aliansi Pemalang Bersatu

badge-check


					Begini Jawaban Bupati Anom atas Isu Strategis yang Disuarakan Aliansi Pemalang Bersatu Perbesar

SuaraPemalang.com – Aksi damai yang digelar oleh Aliansi Masarakat Pemalang Bersatu di depan Pendopo Kabupaten Pemalang, akhirnya mendapat jawaban langsung dari Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Kamis 4 September 2025.

Dalam audiensi tersebut, aliansi yang dikomandoi Hamu Fauzi menyuarakan sejumlah isu strategis, di antaranya penanganan banjir rob di Ulujami, pembangunan jalan Wisnu–Watukumpul yang rusak akibat longsor, serta penghentian praktik pungutan liar di wilayah Pemalang.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Anom menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang tidak sedang mencari pencitraan dalam penanganan banjir rob di Ulujami.

“Kami bukan untuk pencitraan yang sifatnya menjual penderitaan orang lain, sama sekali tidak. Kami hanya ingin mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi dan Pusat agar masyarakat benar-benar terbantu,” jelasnya.

Bupati Pemalang mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dari hasil koordinasi, Pemalang akan mendapatkan bantuan biobag sepanjang 2 kilometer dari BPBD Provinsi untuk membantu penanganan banjir rob di kawasan Ulujami.

Terkait pembangunan jalan Wisnu–Watukumpul, Bupati Anom menyampaikan bahwa Pemkab sudah menyiapkan dan menandatangani anggaran untuk Desa.

Namun, karena sebagian akses jalan berada di kawasan milik Perhutani, proses pengerjaannya harus menunggu keputusan hingga tingkat Gubernur.

“Kita sudah siapkan anggaran dan sudah ditandatangani untuk masuk ke desa, sehingga bisa segera dikerjakan,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai dugaan pungutan liar dalam bentuk seragam sekolah maupun Lembar Kerja Siswa (LKS), Bupati Anom memastikan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Kami pastikan semuanya gratis. Saya dan Wakil Bupati tidak pernah memerintahkan ataupun menginstruksikan adanya pengkondisian terkait seragam maupun LKS. Semua diberikan murni untuk pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Audiensi aksi damai tersebut ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bupati Pemalang, Ketua DPRD, Dandim 0711/Pemalang, Kapolres Pemalang, serta dua perwakilan dari Aliansi Pemalang Bersatu.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Jimat Dibatalkan, Pemkab Pemalang Utamakan Keselamatan Warga

25 Januari 2026 - 01:10 WIB

Ngobras Bareng Rizal Bawazier, PKS Pemalang Fokuskan Penguatan Ekonomi Kader

24 Januari 2026 - 21:03 WIB

Ngobras Bareng Rizal Bawazier, PKS Pemalang Fokuskan Penguatan Ekonomi Kader

Kejari Pemalang Paparkan Capaian Kinerja 2025, PNBP Lampaui Target hingga 288 Persen

31 Desember 2025 - 16:31 WIB

“Bumiayu Tenggelam, Slamet Menangis: Luka Alam yang Kian Dalam”

10 November 2025 - 10:33 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Lokal Pemalang

3 November 2025 - 14:00 WIB

Trending di Berita