SuaraPemalang.com – Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Pemalang melontarkan kritik keras terhadap keputusan pergantian kepemimpinan yang dinilai sepihak dan tanpa transparansi.
Agung, Sekretaris DPD PSI Pemalang, mengaku kecewa atas kabar pergantian Ketua Mukhsinin yang disebut digantikan oleh Sudarsono, eks kader PDI-P. Menurutnya, keputusan itu muncul tanpa alasan jelas dan tanpa komunikasi terlebih dahulu kepada jajaran pengurus.
“Bagi partai, mungkin biasa mengganti struktur sesukanya atasan. Tapi semua itu kan harus ada aturan mainnya, setidaknya ada tolak ukur apa alasan diganti. Selama dipimpin Pak Mukhsinin, PSI Pemalang berjalan sangat baik, terbuka dalam informasi maupun keuangan, dan bahkan kami berhasil membesarkan partai hingga tingkat ranting serta memenangkan Pilkada,” tegas Agung, Jumat, 29 Agustus 2025.
Ia menilai, keputusan pergantian ini janggal. Pasalnya, pesan WhatsApp dari Sudarsono tentang dirinya akan ditunjuk sebagai Ketua DPD PSI Pemalang muncul pada 19 Agustus 2025, sementara surat resmi dari DPW PSI Jawa Tengah baru keluar pada 25 Agustus 2025.
“Bagaimana tidak sepihak? Pesan WA sudah lebih dulu muncul, tapi surat resmi baru belakangan. Dan saat pertemuan tadi siang, dipastikan Sudarsono menggantikan Pak Mukhsinin. Lalu, di mana keterbukaannya yang selalu diklaim PSI?” imbuhnya.
Kekecewaan ini memunculkan pertanyaan besar di internal pengurus DPD PSI Pemalang mengenai komitmen partai terhadap prinsip keterbukaan yang selama ini dijadikan identitas.
***