Mencari Akar Kegelisahan, Membuangnya dan Merasa Bahagia


0

Hiduplah sedemikian rupa di mana cinta mewarnai semua tindakan kita. Saya telah belajar hidup dengan cara ini dan buahnya adalah tidak ada yang bisa mengganggu saya. Rasa puas dan rasa bahagia saya terhadap orang lain tetap terjaga mantap. Saya telah merdeka. Kekuatan yang memungkinkan saya untuk hidup dengan cara ini berasal dari dalam. Saya tidak mencarinya dari luar Oleh karena itu saya bisa merdeka, tanpa mengharapkan sesuatu dari orang lain dan tidak pernah mengalami frustasi.

Semua orang bisa hidup dengan cara ini. Ini adalah cara alami. Tetapi ita harus mau membuang beberapa kepercayaan dan kebiasaan kita yang telah menguras kekuatan kita dan mengganggu kemampuan kita untuk mencintai. Kadang beberapa di antaranya telah merasuk jauh ke dalam diri kita dan kita tidak menyadari hal ini.

Saya yakin bahwa kita semua punya kesempatan. Kita sekarang hidup dalam zaman dimana kita bisa masuk ke dalam fikiran kita, ke dalam pribadi kita yang ada di dalam dan ke dalam Tuhan dengan cara yang baru. Dengan keberanian dan tekad, kita bisa mencapai samudera kedamaian, kebahagiaan dan kekuatan yang akan merubah cara kita melihat diri kita dan orang lain. Proses pembaharuan ini sangatlah sederhana. Melalui proses waktu, jaring-jaring ilusi telah menutupi mata kita. Sekarang, kita harus seperti laba-laba yang menelan jaringnya sendiri. Kita harus menarik jaring-jaring dengan cara kita yang lama dalam berpikir dan berperasaan, dengan menyadari bahwa cara-cara tersebut tidak lagi bisa dipakai.

Kita selalu berpikir bahwa kita akan mnemukan kebahagiaan dari luar diri kita. Memang, kita berhasil. Tetapi sampai pada titik tertentu. Padahal keberhasilan kita ini bersifat menyesatkan. Ia akan mendorong kita untuk menggali jebakan lebih dalam. Selama keinginan kita terpenuhi, kita lebih terdorong untuk mencari kepuasan lebih lanjut dari luar diri kita. Ini yang membuat lingkaran setan. Kesejateraan lebih didasarkan pada hal-hal di luar kita, yang tidak pernah sama stabil. Akibatnya adalah rasa tidak aman dan khawatir. Kita menjadi terjebak dalam ketergantungan dan ketagihan yang bersifat fisik. Terlabih lagi, kita menjadi takut kehilangan hal-hal dimana kita begitu tergantung. Lambat laun, kita memang benar-benar akan kehilangan hal-hal tersebut, keadaan yang biasa terjadi pada sesuatu yang bersifat fisik, dan kita akan sangat menderita.


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format