Perundingan AS-Turki Ditunda Setelah Tillerson Dipecat


0

Turki-AS coba atasi sejumlah masalah, terutama soal kelompok YPG/PKK di Suriah Utara.

Suarapemalang.com,ISTANBUL — Kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu ke Washington mungkin akan ditunda setelah Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dipecat dari jabatannya. Kunjungan tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada 19 Maret mendatang.

Presiden AS Donald Trump telah menunjuk Direktur CIA Mike Pompeo sebagai pengganti Tillerson untuk menjadi menlu baru AS. Pengumuman tersebut disampaikan Trump langsung melalui akun Twitter pribadinya, pada Selasa (13/3).

Dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Moskow, Cavusoglu mengatakan penundaan kunjungannya bisa terjadi karena adanya perubahan di Departemen Luar Negeri AS. “Kami ingin bekerja sama dengan menlu baru AS dengan nada yang sama,” kata Cavusoglu, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Turki dan AS telah mencoba mengatasi sejumlah masalah, terutama mengenai kelompok YPG/PKK di Suriah. Kelompok yang dianggap teroris oleh Ankara ini adalah sekutu AS dalam pertarungan melawan ISIS.

Sementara itu, Lavrov justru menuduh AS ingin memecah belah Suriah. “Saya tahu tujuan AS adalah mendirikan sebuah basis militer di Suriah. Mereka beralih ke beberapa metode untuk membuat Suriah terpecah belah,” ujar Lavrov dalam konferensi pers itu.

Lavrov juga mengatakan negaranya akan mempercepat pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 ke Turki. Rusia diperkirakan akan memulai pengiriman dari sistem pertahanan udara ini pada awal 2020.

“Turki menyatakan keinginan untuk mempercepat pelaksanaannya dan kami berhasil menemukan solusi yang paling tepat karena kami sepakat untuk mempercepat pelaksanaan kontrak, jadi saya pikir kami akan mulai memenuhinya sekitar awal 2020,” kata pembantu presiden Rusia untuk kerja sama militer, Vladimir Kozhin.

Desember lalu, Turki mengumumkan mereka telah menyelesaikan kesepakatan dengan Rusia untuk membeli dua sistem S-400 pada awal 2020. Sistem S-400 telah di inventarisasi tentara Rusia sejak 2007.

Sistem rudal ini mampu mendeteksi target sejauh 600 kilometer dan menembak target seperti pesawat siluman dan rudal balistik.

Source link


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format