Intip Ruang Kerja Tempat Stephen Hawking Berkarier Selama Menderita Motor Neuron : Okezone Lifestyle


0



FISIKAWAN dunia, Stephen Hawking baru saja pergi untuk selama-lamanya. Ilmuwan yang dijuluki ‘Einstein masa kini’ ini meninggal dunia pada Rabu (14/3/2018), akibat menderita penyakit motor neuron.

Hawking divonis menderita penyakit tersebut pada 1963, ketika itu usianya masih 21 tahun. Usia yang masih sangat produktif untuk menimba ilmu dan bekerja. Meski penyakit yang dideritanya cukup membuat Hawking sulit beraktivitas, ia tetap gigih melanjutkan pendidikan dan berkarier.

Penyakit langka yang menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang tersebut menyebabkan kerusakan pada fungsi sel saraf penggerak. Hal itu membuat Hawking sulit melakukan kegiatan sehari-hari, sehingga dia harus duduk di kursi roda selama kurang-lebih 55 tahun.

 (Baca Juga: Stephen Hawking Ikut Ice Challenge Bucket untuk Kampanye Peduli Penyakit Berbahaya)

Kendati mengalami kelumpuhan, Hawking tetap berkarier di ruang kerja pribadinya. Ia tetap melakukan penelitian, menulis, dan peduli dengan isu-isu sosial. Penasaran dengan ruang kerja Hawking? Yuk intip.

 

Seperti dilansir Mirror, ini adalah ruang kerja professor Hawking pada tahun 1989. Kala itu ia masih menggunakan komputer monitor tabung untuk bekerja. Di pojok ruang terdapat tiga rak panjang yang diisi buku-buku. Di ruang tersebut juga tampak beberapa bingkai foto.

Beberapa foto di antaranya adalah gambar Hawking ketika masih kecil. Sebagai fisikawan, sepertinya Hawking mengidolakan seniornya, Albert Einstein. Itu terlihat dari potongan gambar Einstein di atas rak buku.

Di ruang kerja itu tak terlihat ada dekorasi menarik. Tak ada warna-warna penyemangat atau pajangan dekorasi. Seluruh ruang diberi cat putih polos. Hawking memang memfungsikan ruangan ini untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Ini adalah ruang kerja Hawking ketika di Cambridge, London. Tepatnya ruang ini berada di The Centre for Mathematical Sciences University of Cambridge. Ruang ini sedikit lebih baik dari ruang sebelumnya, karena meja kerja ilmuwan yang tutup usia pada 76 tahun ini berada di dekat jendela. Sehingga dapat terlihat pemandangan alam sekitar dari ruangan.

 

  (Baca Juga: Perjalanan Cinta Stephen Hawking yang Mengalami Kegagalan Pernikahan hingga Dua Kali)

Ukuran ruangannya juga lebih besar dan terdapat fasilitas yang cukup lengkap. Untuk menjamu tamu disediakan sofa beludru coklat menghadap ke papan tulis besar. Di papan tulis banyak coretan. Masih sama dengan ruangan sebelumnya, Hawking memajang foto-foto di ruang terbut. Tapi kali ini foto-foto tersusun lebih baik di atas meja.

Untuk memberi nuansa hangat, dinding di dekat meja kerja dilapisi kayu. Sedangkan dinding lainnya diberi warna ungu untuk memberi suasana lain. Dinding di belakang papan tulis dicat putih untuk memberi suasana kondusif saat Hawking menjelaskan hasil penelitiannya di papan tulis.

(tam)

Source link


Like it? Share with your friends!

0
admin

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format